Selamat Datang

Terima kasih kepada Anda yang telah berkenan mengunjungi blog ini. Saya bukan seorang penulis, hanya senang menulis. Karena itu, maaf bila tulisan saya mungkin kurang menarik. Silahkan menjelajah dengan terlebih dahulu mengklik Daftar Isi dan membaca Ketentuan Layanan (Terms of Service). Saya sangat menghargai Anda yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menyampaikan sesuatu ...

20 Juli 2015

Awen: Kemakmuran yang Akan Membunuh Masa Depan

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Bulan kalender baru sampai pada Juli, tetapi ‘paluh’ (cabang-cabang sungai paling hulu) sudah lama mengering. Bahkan, sungai pun airnya sudah lama mengecil, mengalir gemericik di sela-sela batu-batuan vulkanik bulat hitam untuk kemudian menggenang di ceruk. Dahulu, ketika tegalan belum ditinggalkan pergi ‘mengawen’, merambah kawasan hutan larangan, ‘paluh’ baru mengering pada bulan-bulan Septermber-Oktober. Dahulu, ketika hutan larangan di batas Utara wilayah ‘banjar’(perkampungan adat) masih utuh, sungai masih mengalir deras sampai Agustus. Kini kawasan hutan larangan itu sudah sejak lama berubah menjadi ‘awen’, kawasan hutan yang dirambah untuk ditanami pisang, dan bahkan kini kakao dan cengkeh.

12 Maret 2015

Apakah Ada Layanan Web untuk Menulis Buku Daring (Online) Gratis?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Seorang sahabat karib semasa kuliah, mengirimi saya pesan singkat dengan pertanyaan yang kemudian saya jadikan judul tulisan ini. Saya senang, pada akhirnya ada sahabat yang tertarik menulis buku untuk disediakan bagi orang lain untuk membacanya secara gratis. Selama ini banyak kolega saya di tempat kerja menulis buku, tetapi menerbitkannya beberapa eksemplar sekedar untuk memenuhi kenaikan pangkat dan memperoleh jabatan guru besar. Entah berapa orang yang membaca buku yang ditulisnya, saya tidak tahu. Tapi kalau hanya diterbitkan beberapa eksemplar, maaf bila saya ragu, kalau bukunya dibaca oleh banyak orang. Oleh karena itu, saya memilih menulis secara daring (online), meskipun tidak ada yang membayar dan tidak pula bisa digunakan memperoleh angka kredit untuk naik pangkat. Tidak mengapa, karena saya menulis lebih daripada tujuan seperti itu. Saya menulis untuk dibaca oleh orang lain.

01 Januari 2015

Perambahan Hutan, Musibah, dan Perayaan Alih Tahun

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Akhir tahun 2014 ini saya mendapat kesempatan untuk kembali mudik ke kampung kelahiran: Banjar Bungbungan. Saya tidak perlu menjelaskan lagi di mana itu Banjar Bungbungan karena sudah berkali-kali menulisnya dalam blog ini. Satu hal yang perlu saya tambahkan adalah bahwa Banjar Bungbungan merupakan banjar 'pengawen'. 'Mengawen' merupakan istilah setempat yang digunakan untuk menyatakan kegiatan merambah hutan untuk menjadi kawasan budidaya. Pohon dalam hutan dibabat dengan semena-mena untuk menanam berbagai jenis tanaman pertanian. Dan 'pengawen' adalah istilah yang diperuntukkan bagi mereka yang melibatkan diri dalam kegiatan 'mengawen'. Di sini saya tidak ingin menulis lebih banyak lagi mengenai kegiatan 'mengawen' ini. Saya hanya ingin bercerita tentang perjalanan saya pulang kampung pada akhir tahun dan beberapa hal yang berkaitan dengan itu.

01 November 2014

Lagi diminta untuk membantu dosen membuat blog matakuliah

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Saya sudah pernah beberapa kali membantu dosen Fakultas Pertanian Undana untuk membuat blog matakuliah. Tapi sampai sekarang, saya belum melihat ada dosen yang membuat blog matakuliah yang diampunya. Saya tidak tahu mengapa sampai demikian. Mungkinkah karena membuat blog begitu sulit? Saya kira bukan itu masalahnya. Mungkin karena saya gagal membantu adalah jawaban yang paling mendekati. Tapi mungkin juga karena faktor lain. Kalau hanya dengan berdiri dan menayangkan slide di depan kelas sudah cukup, untuk apa harus membuat blog. Membuang-buang waktu saja, apalagi hampir semua dosen sangat sibuk meneliti. Tapi boleh jadi juga karena tidak tersedianya akses Internet yang memadai untuk dosen dan mahasiswa di fakultas. Dan juga, agar blog matakuliah bermanfaat, mahasiswa harus melek Internet. Kenyataannya, masih banyak mahasiswa yang tidak bisa mengirim email.

29 Juli 2014

Bambu: Potensi Pulau Timor yang Menunggu untuk Dikembangkan

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Ketertarikan saya pada tumbuhan keluarga rumput-rumptan ini sebenarnya bermula sangat awal, sejak pada masa kecil dahulu di kampung halaman di sebuah kampung miskin di Bali. Ketika itu, kakek saya membangun rumah kami dari bambu, mulai dari tiang, usuk, dan bahkan dindingnya pun dari anyaman bambu. Ibu saya, yang seorang tua tunggal karena ayah saya meninggal muda, juga sering memasak sayur rebung bambu. Ketika bersekolah di SD, kadang-kadang guru meminta kami mengambil air di sungai dengan menggunakan batang bambu besar sebagai wadah air, setelah beberapa bukunya dilubangi dengan meninggalkan buku paling bawah tetap utuh. Di kalangan masyarakat Bali, bambu yang terdiri atas banyak jenis itu, memang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Kami, anak-anak ketika itu, sering membantu orang tua menganyam peralatan sembahyang dari bambu dan bahkan membuat 'penjor', batang bambu yang dihias, pada hari-hari raya keagamaan.
Lalulintas kejadian adalah sedemikian cepat. Hampir tidak ada waktu tenang untuk memikirkan dan merenungkan.
Pramudta Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, 104

Perubahan Iklim

Ingin memperoleh data dan bukti mengenai perubahan iklim? Mengapa tidak mampir di situs NASA? Anda dapat melihat indikator kunci, bukti, penyebab, akibat, konsensus, dan mengakses website lain yang terkait. NASA menyediakan data untuk dipergunakan melakukan visualisasi langsung secara online. Silahkan kemudian pikirkan gaya hidup seperti apa yang kira-kira dapat mengurangi pemanasan global?