Selamat Datang

Terima kasih kepada Anda yang telah berkenan mengunjungi blog ini. Saya bukan seorang penulis, hanya senang menulis. Karena itu, maaf bila tulisan saya mungkin kurang menarik. Silahkan menjelajah dengan terlebih dahulu mengklik Daftar Isi dan membaca Ketentuan Layanan (Terms of Service). Saya sangat menghargai Anda yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menyampaikan sesuatu ...

10 Desember 2012

Wisatawan Nusantara, Wisatawan Mancanegara, dan Wisatawan Pejabat Kampus

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Cerita berikut ini adalah cerita sebagaimana disampaikan kepada saya oleh seorang guru sekolah dasar. Saya dan bapak guru SD ini kebetulan bertemu di sebuah tempat tambal ban. Ban motor kami sama-sama pecah tertusuk paku sehingga perlu ditambal. Sementara menunggu ban kami ditambal, kami pun ngobrol ringan. Teman baru saya ini memulai dengan menceritakan pengalamannya mengajar anak-anak kelas lima.

Cerita Mengenai Pengemis Jalanan dan Guru Besar di Sebuah Kampus

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Penghasilan Pengemis
Tulisan ini adalah cerita yang benar-benar terjadi sebagaimana diceritakan oleh seorang treman, seorang dosen cerdas dan rajin, yang mengajar mahsiswa dengan banyak contoh kasus lokal.  Tetapi di kampusnya, dia dicap sebagai dosen minimalis hanya karena tidak mau melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3. Suatu kali, dia singgah makan di sebuah restoran cepat saji yang kebetulan berlokasi di dekat lampu lalu lintas di sebuah kota. Di sebelahnya duduk seorang berpakaian acak-acakan sedang menikmati makanannya. Kemudian, teman saya ini, yang memang senang ngobrol dengan semua orang, membuka pembicaraa.

09 Desember 2012

Mengganti Nama Jeruk Bali Menjadi Pomelo: Bagian dari Politik Serumpun?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Sumber: Hein Bijelmakers
Setiap kali terjadi ketegangan hubungan antara Indonesia dan Malaysia, pemerintah Indonesia selalu berusaha menenangkan masyarakat yang marah dengan menyatakan bahwa kita, bangsa Indonesia, adalah bangsa serumpun dengan bangsa Malaysia. Tidak kurang dari sejarawan Dr. Anhar Gonggong telah mengatakan bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa serumpun dengan bangsa Malaysia. Bahkan cendekiawan Harry Tjan Silalahi mengatakan, jika Indonesia dan Malaysia dianggap serumpun maka keberadaan suku dan budaya lain di luar Melayu di Indonesia dianggap tak ada. Ditambahkan lagi oleh Harry Tjan Silalahi bahwa pandangan seperti ini merupakan pandangan sesat dan berbahaya. Melalui tulisan lama saya di blog ini, saya sudah memberikan argumentasi mengapa Bangsa Indonesia bukan bangsa serumpun dengan bangsa Malaysia.

28 November 2012

Gaya Kepemimpinan Manipulatif dan Otoritatif: Meniru Kepemimpinan Simpanze?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Anda pasti mengenal simpanze (chimpanzee), tetapi mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa ada dua jenis simpanze. Yang pertama adalah simpanze biasa, lazim disebut simpanze (saja) atau sim, yang mempunyai nama ilmiah Pan troglodytes dan yang kedua adalah simpanze kecil, lazim disebut bonobo, yang mempunyai nama ilmiah Pan paniscus. Kedua binatang primata ini hidup di benua Afrika, simpanze biasa di Afrika Barat dan Tengah sedagkan simpaze kecil di negara Republik Demokratik Kongo, tepatnya di kawasan hutan hujan tropis di sebelah Selatan Sungai Kongo. Dari segi evolusi, kedua jenis primata ini merupakan kerabat terdekat manusia, diperkirakan berpisah dari moyang bersama sekitar 4-6 juta tahun lalu. Kedekatan hubungan evolusioner antara manusia dan simpanze menimbulkan spekulasi mengenai adanya kaitan antara berbagai aspek kehiduapan manusia dengan kehidupan simpanze, termasuk aspek kepemimpinan. Kedua jenis simpanze ini memang hidup bermasyarakat dengan gaya kepemimpinan yang berbeda.

27 November 2012

Kampung Kelahiran: Seorang Warga Negara yang Kehilangan Negeri

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Dalam sebulan ini saya tidak memperbarui tayangan pada blog ini. Kebetulan, selama dua minggu lebih saya berada di kampung, di Desa Yehembang, Jembrana, Bali. Namanya di kampung, meski di Bali sekalipun, Internet masih merupakan barang mahal. Saya hanya mengakses Internet untuk memeriksa email melalui telepon seluler. Lagi pula, suasana di kampung tidak memungkinkan saya mempunyai waktu untuk menulis. Saya disibukkan dengan kunjungan silaturahmi ke sana ke mari bertemu dan keluarga dan sahabat lama. Dan tentu saja berkunjung ke kawasan hutan, tempat yang pada masa kecil dahulu sering saya datangi sekedar untuk merasakan keteduhannya. Selebihnya, menulis membutuhkan inspirasi. Dalam beberapa waktu ini, saya bingung, tidak tahu harus menulis apa.

19 Oktober 2012

Ketika Seorang Guru Besar Ekologi Harus Belajar Seperti Seekor Macan

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Anda pernah membaca Catatan Pinggir? Bagi Anda para anak muda, saya mungkin perlu memperkenalkan bahwa Catatan Pinggir adalah kolom majalah berita Tempo yang ditulis oleh Goenawan Mohamad. Dia adalah pendiri majalah Tempo, tetapi juga dikenal luas sebagai sastrawan dan esais. Catatan Pinggir berisi komentar ataupun kritik terhadap arus utama. Sejak pertama kali terbit pada akhir tahun 1970-an, Catatan Pinggir telah menjadi ekspresi oposisi terhadap pemikiran yang picik, fanatik, dan kolot. Catatan Pinggir telah diterbitkan pula sebagai buku (kini terbit jilid ke-6 dan ke-7), di antaranya telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Kritik dalam Catatan Pinngir diwarnai keyakinan Goenawan bahwa tak pernah ada yang final dalam manusia, yang, meminjam satu bait dalam sajaknya, “dengan raung yang tak terserap karang”. Berikut adalah kutipan Catatan Pinggir Majalah Tempo Edisi 8 Januari 1977.

18 Oktober 2012

Laptop: Gaya Hidup Masa Kini untuk 'Memanfaatkan' Anggaran Pembangunan

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
'Kembali ke laptop", sebagian besar dari kita tentu paham, siapa yang mengucapkan kalimat ini. Tapi tulisan ini tidak saya maksudkan untuk mengupas acara televisi yang populer ini. Saya mengutip kalimat ini agar Anda lebih mudah memahami apa yang saya maksud dengan 'laptop' dalam tulisan ini. Komputer jinjing yang bagi orang yang mengerti tidak semuanya disebut laptop, bagi kalangan awam semuanya adalah laptop. Dan seperti halnya topik tayangan televisi yang populer itu, laptop kini juga menjadi semacam gaya hidup baru di kalangan pegawai pemerintah. Di jalan-jalan, Anda akan menemukan pegawai berseragam mengendarai sepeda motor menggendong tas maupun ransel laptop. Bila Anda bertamu ke kantor-kantor pemerintah, Anda akan menyaksikan, hampir setiap pegawai tampak sibuk dengan laptopnya masing-masing. Bukan hanya di kota-kota besar, hal ini terjadi sampai di kota-kota kecil, bahkan sampai ke kota kecamatan.

05 Oktober 2012

Demokrasi: Uang, preman, dan dukun

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Semua tahu apa arti demokrasi: pemerintahan yang dipilih dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Tapi apakah memang begitu? Tengok apa yang terjadi pada setiap kali pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) yang sekarang tidak lagi dilakukan secara perwakilan, melainkan secara langsung. Contoh terkini adalah Pemilu Kada DKI. Menurut berita di berbagai media masa, satu calon menggelontorkan biaya sampai lebih dari 60 milyar, sementara calon lainnya menggelontorkan belasan millyar. Pada akhirnya, yang menang memang yang menggelontorkan lebih sedikit biaya, tetapi belasan milyar juga bukan biaya yang sedikit. Pemilu dan pemilu kada secara langsung memang memerlukan biaya yang tidak sedikit. Maklum, dalam pemilu dan pemilu kada model seperti ini (langsung), yang harus dibayar dengan sendirinya banyak orang.

03 Oktober 2012

Rasis: Begitu mudah memaki dengan menyebut suku

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Hari minggu malam saya mengajak adik perempuan saya, yang berkunjung ke Kupang, untuk makan malam di Pasar Malam Kota Kupang. Kami dan anak-anak mengambil tempat di deretan meja belakang. Beberapa saat kemudian, datang serombongan laki-laki dan perempuan duduk di meja sebelah. Mereka memesan entah ayam panggang atau ayam goreng. Mungkin karena pelayan kurang perhatian atau bagaimana, yang disuguhkan ayam bagian paha, padahal yang dipesan mungkin bagian dada. Tanpa dinyana, seorang perempuan paruh baya berpakaian warna mencolok menghardik, "Beta mau dada, bukan paha". Pelayan pun mohon maaf dan berkata akan menukarnya dengan bagian dada. Tetapi, lebih mengejutkan, setelah pelayan pergi, perempuan paruh baya berpakaian ala ABG tadi menggerutu, "Dasar X bodoh, kalau lu tidak bawa dada, lu pung dada ju be makan", dalam bahasa Indonesia logat Kupang yang medok. Saya tidak bisa menyebutkan X sebab X adalah nama suku yang merupakan suku orang-orang yang berjualan di pasar malam itu.

30 September 2012

Kedaulatan Pangan: Tanggapan terhadap Tayangan Tamu oleh Max Junus Kapa

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Sebagai bentuk partisipasi, kolega saya Max Junus Kapa, yang sekarang sedang melaksanakan studi S3, menyampaikan kritik terhadap tema seminar internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Nusa Cendana sebagai rangkaian perayaan ulang tahun emasnya. Sebagai bagian dari panitia seminar tersebut, kebetulan  saya dipercayai untuk memoderasi satu di antara sepuluh presentasi dalam seminar tersebut (yang akhirnya dipaparkan hanya 9 presentasi karena keterbatasan waktu). Terlepas dari peran saya dalam seminar tersebut, saya menghargai kritik membangun yang disampaikan oleh kolega saya yang sangat kritis ini. Bagi saya, keterbukaan terhadap kritik merupakan fondasi penting untuk menjadikan Universitas Nusa Cendana benar-benar sebagai universitas berwawasan global. Saya berharap, semoga anggota panitia lainnya juga berpikiran kurang lebih sama. Terlepas dari betapa melelahkannya penyiapan dan penyelenggaraan sebuah seminar internasional, kita tetap harus bisa menanggapi kritik dengan kepala dingin.

Seminar Internasional atau Diskusi Ngalor Ngidul?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Tayangan Tamu oleh:  
Max Junus Kapa
Mahasiswa Program Doktor Universitas Udayana

Beberapa hari yang lalu, saya membaca sebuah spanduk di Jl. El Tari (salah satu jalan protokol di Kota Kupang, terletak persis di depan Kantor Gubernur NTT), tentang akan diselenggarakan seminar internasional dalam rangka ulang tahun emas Universitas Nusa Cendana (Undana). Tema yang diangkat dalam seminar tersebut adalah: “The Impact of Cilmate Change on Food Sovereignty and Community Welfare in Semi-arid Regions” yang dalam Bahasa Indonesia kurang lebih: “Dampak Perubahan Iklim terhadap Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat di Wilayah Semi-ringkai”. Wah, hebat juga Undana, kata saya dalam hati, karena begitu peka terhadap isyu yang mengglobal saat ini, sehingga menjadi relevan dengan visinya sebagai universitas berwawasan global.

26 September 2012

'Naur Sesangi': Janji tetap harus ditepati, sekalipun sesudah mati...

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Saya mempunyai seorang kemenakan laki-laki yang sekarang sedang kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di kota Denpasar, Bali. Menurut ibunya, yang adalah adik bungsu saya, ketika masih kecil dahulu, kemenakan saya ini pernah sakit cukup parah. Ketika itu, lagi-lagi menurut ibunya, kakek kemenakan saya, atau mertua laki-laki adik saya, berkaul bahwa bila kemenakan saya sembuh maka beliau akan menghaturkan sesajen pada hari otonan, yaitu hari kelahiran yang berulang setiap enam bulan kalender Bali. Tapi sampai meninggal, kakek kemenakan saya ini tidak pernah memberitahu siapapun mengenai kaulnya, tidak juga memberitahu ayah dan ibu kemenakan saya. Suatu ketika, sekitar sebulan lalu, kemenakan saya mengalami kecelakaan lalu lintas di Denpasar. Sebagaimana lazimnya orang Bali, orang tua kemenakan saya menanyakan kepada 'balian', semacam paranormal khas Bali, apa kira-kira yang menyebabkan kemenakan saya mengalami kecelakaan. Maka, singkat cerita, melalui sang 'balian', kakek kemenakan saya mengatakan bahwa beliau mempunyai kaul yang harus dibayar.

25 September 2012

Pembangunan: Mendekatkan atau justeru menjauhkan?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Kali ini, kembali saya memperoleh kesempatan untuk pulang ke kampung kelahiran saya. Saya mengatakan kembali memperoleh kesempatan karena memang ini merupakan kesempatan ke sekian kali. Sejak menyelesaikan pendidikan dasar, saya sudah meninggalkan kampung kelahiran, Banjar Bungbungan, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Saya menyelesaikan pendidikan dasar di SD Bungbungan, yang kala itu berlokasi di Banjar Kaleran, di sebelah selatan banjar tempat kelahiran saya. Kemudian, saya melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri Negara, kini SMP Negeri 1 Negara, dan melanjutkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri Negara, kini SMA Negeri 1 Negara sampai kelas 1, kini kelas 10. Setelah itu, saya melanjutkan pendidikan di luar Bali, di Pulau Sumbawa, Pulau Lombok, Kanada, dan Australia, dan bahkan bekerja juga di luar Bali. Tidak mengherankan bila pengetahuan saya mengenai kampung kelahiran saya sangat terbatas.

05 September 2012

Menanam Pohon: Merehabilitasi atau Justeru Merusak Hutan?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Hutan terdiri atas berbagai jenis tumbuhan dan tentu saja, di antara berbagai jenis tumbuhan ini adalah jenis-jenis pohon. Pada tipe hutan tertentu, hutan memang didominasi oleh pohon sehingga tidak mengherankan bila bagi kalangan awam hutan adalah kompulan berbagai jenis pohon. Hanya saja, sedikit orang yang menyadari bahwa hutan juga bisa menjadi rusak karena pohon. Jenis-jenis pohon yang memberikan keuntungan lebih bila ditebang daripada bila dibiarkan tumbuh justeru mengundang orang untuk merusak hutan. Tidak mengherankan bila kawasan hutan yang mempunyai banyak jenis-jenis pohon bernilai ekonomis pada umumnya mengalami kerusa{an lebih parah daripada kawasan hutan yang tidak mempunyai jenis-jenis pohon yang menguntungkan bila ditebang.

18 Agustus 2012

Penambangan Mangan: Lingkungan Hidup versus Politik Meraih Kekuasaan

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Penambangan mangan sekarang sedang marak di Timor Barat. Di setiap kabupaten/kota ada penambangan mangan, ada yang berijin dan ada pula yang liar. Maklum, di jaman otonomi daerah sekarang ini, setiap pemerintah kabupaten/kota mempunyai kewenangan untuk membuat peraturan sendiri-sendiri mengenai penambangan mangan ini.

09 Agustus 2012

Edelweis: Lambang Keabadian Cinta di Dunia dengan Beragam Kepentingan

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Suatu waktu saya bersesempatan melakukan penelitian di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai. Pada kesempatan itu saya bersama dengan dua orang sahabat dan bukan karena kebetulan, seorang di antaranya, sedang jatuh cinta. Dalam pekerjaan lapangan untuk menentukan keadaan kawasan hutan, kami menemukan banyak tumbuhan edelweis sedang berbunga.

Berpikir Positif Memang Penting, tetapi Apakah Harus Dengan Berparadigma Positivisme?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Tahun 2011, saya dipanggil untuk mempresentasikan proposal penelitian saya mengenai pemberdayaan masyarakat miskin untuk perbaikan penyimpanan jagung. Jagung merupakan bahan pangan pokok masyarakat NTT, terutama masyarakat perdesaan. Pemerintah meluncurkan bermacam-macam program untuk meningkatkan produksi jagung. Tapi sayang, produksi jagung yang menurut data pemerintah meningkat, ternyata sebagian dimakan oleh kumbang bubuk. Hasil penelitian saya sebelumnya menunjukkan, kerusakan jagung karena

02 Agustus 2012

Letkole: Di Manakah Letak Desa Ini dalam Orientasi Global Undana?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Teman saya, seorang Australia yang untuk tesis masternya melakukan penelitian di Timor Barat, meminta saya untuk membantunya mengumpulkan data aspek sosial mengenai kerusakan hutan. Dalam emailnya, teman saya ini mengatakan bahwa dia ingin melakukan pemeriksaan lapangan terhadap ...

28 Juli 2012

Menyongsong HUT ke-50 Undana: Apa yang Sudah Saya Lakukan?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Gerbang Undana.
Sumber: Jingga Senja ... Is Sunset
Beberapa hari lalu, saya kaget membaca di news feed blog saya yang lain, berita tentang kegiatan kegiatan perayaan ulang tahun ke-50 Undana. Saya tahu kalau Undana, Universitas Nusa Cendana, memang bukan lagi universitas muda. Tapi saya tidak sadar kalau sudah setua ini. Setengah abad bukan merupakan umur yang muda bagi sebuah lembaga pendidikan. Bahkan dari segi umur, Undana labih tua dari banyak universitas di Australia dan di negara-negara lainnya di kawasan Asia. Dan pada universitas yang berusia 50 tahun ini, saya

Kedaulatan Pangan: Dalam Hal Apa Negeri Ini Masih Berdaulat??

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Menghadapi bulan suci Ramadhan kali ini, ibu-ibu rumah tangga pasti sudah tahu bahwa harga sembilan bahan pokok merangkak naik. Setiap menghadapi hari raya keagamaan, harga sembilan bahan pokok memang selalu naik. Namun kali ini, bukan hanya harga yang naik, tapi tahu tempe menghilang dari pasar. Produsen tahu tempe tidak lagi mampu berproduksi karena harga bahan baku tahu dan tempe, kedelai, melambung tinggi. Alasannya, pasokan kedelai di pasar global berkurang karena negara-negara penghasil kedelai mencadangkan produksinya untuk kebutuhan domestik masing-masing. Menghadapi ini, pemerintahan Presiden SBY lalu membebaskan bea impor kedelai. Menurut Jusuf Kalla, mantan wakil presiden yang cekatan itu, kebijakan ini kurang tepat karena hanya akan menguntungkan segelintir pengusaha yang kemudian akan mendikte harga pasar.

23 Juli 2012

Mengapa Membuat Blog pada Saat Semua Orang Ber-facebook dan Ber-twitter Ria?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF Mengapa saya terus bertahan dengan blog pada saat sebagian besar orang gandrung dengan Facebook dan Twitter? Saya merasa perlu menyampaikan sesuatu mengenai hal ini setelah membaca tulisan seorang rekan, Iman Brotoseno, yang blognya saya ikuti. Menurut rekan saya, blog sekarang ini sudah semakin lesu, seiring dengan meningkatnya gempuran Facebook, Twitter, dan berbagai media bersosialisasi (social media) lainnya. Menurut rekan saya ini, lesunya blog ditunjukkan oleh semakin sedikitnya komentar yang diberikan

22 Juli 2012

Gunakan Akal Sehat Menghadapi Angka: Banyak Angka di Belakang Koma Tidak Selalu Menunjukkan Ketelitian!

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Setiap akhir semester dosen selalu disibukkan dengan memeriksa ujian mahasiswa. Seperti dosen lainnya, saya juga begitu. Bedanya mungkin, kalau dosen lain memeriksa dengan amat sangat teliti, saya memeriksa biasa-biasa saja. Penilaian ujian mahasiswa dilakukan dengan memberi nilai dari 0 sampai 100 dalam skala interval. Mengapa skala interval?

20 Juli 2012

Sekolah Bertaraf Internasional: Apakah Belajar dengan Pengantar Bahasa Inggris Memang Segala-galanya?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF Saat tahun ajaran baru seperti sekarang ini, banyak orang tua berlomba-lomba menyekolahkan anaknya di sekolah bertarah internasional. Saya sebenarnya bingung apa yang dimaksud dengan sekolah bertaraf internasional. Setahu saya, yang ada adalah sekolah internasional di kota-kota besar yang menjadi tempat bagi anak-anak diplomat dan ekspatriat bersekolah. Tapi, di dekat rumah saya, di sebuah kota kecil yang tidak menjadi tempat tinggal diplomat dan ekspatriat, juga ada sekolah yang disebut-sebut sebagai sekolah

12 Juli 2012

Metodologi Harmoko: Metode Baru Penelitian Masa Kini

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Selama seminggu, saya menghadiri lokakarya metodologi penelitian mengenai pengembangan komoditas yang akan dilaksanakan di tiga provinsi di Indonesia Timur. Dua dari tiga provinsi tersebut merupakan provinsi kepulauan, satu merupakan

Profesor Riset: Guinness World Record dari Indonesia

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Selama ini kita mengenal jabatan profesi guru besar. Bila dituliskan bersama dengan nama orang yang menduduki jabatan tersebut, guru besar berubah menjadi profesor. Semua tahu bahwa guru besar adalah jabatan di kalangan profesi dosen (meskipun tidak sedikit orang masih mengira guru besar sebagai gelar akademik). Karena bukan merupakan

03 Juli 2012

Statistika dalam Penelitian: Hanya Alat, tetapi ...

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Baca artikelnya di SINI
Saya senang mendapat banyak pertanyaan ketika menggantikan Prof. Fred Benu untuk menyampaikan materi Analisis Data Kuantitatif pada pelatihan metodologi penelitian yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian Undana. Melalui kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada Anda yang telah berkenan bertanya maupun menyampaikan saran. Satu hal yang perlu kembali saya

02 Juli 2012

Serba Organik: Istilah Menarik tapi Mengakali!

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Dari: Beras Organik RI1.
Percaya? Silahkan Pesan!
Pernah mendengar istilah "organik"? Sudah pasti! Dalam sepuluh tahun terakhir ini, istilah ini menjadi semakin populer saja di negeri ini. Sahabat saya, seorang guru besar di kota tujuan wisata, dengan bangga bercerita kepada saya bahwa beliau telah berhasil memandu masyarakat petani sawah untuk menanam padi organik. "Wayan, dengan menanam padi

Pohon Kom, Pernah Merasakan Buahnya, Tapi Siapa yang Peduli Menanamnya?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Dari: Flora of the Nilgiris
Anda yang sudah sejak lahir tinggal di Kupang pasti mengenal pohon yang satu ini. Ketika masih muda batangnya berduri tajam. Sesudah besar batangnya ditutupi kulit tebal pecah-pecah berwarna kusam, bagaikan ada yang mengukit. Batangnya bercabang banyak, tumbuh melengkung keluar membentuk tajuk

30 Juni 2012

Menggantikan Prof. Fred Benu Menjadi Narasumber Analisis Data Kuantitatif

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Dua hari yang lalu, Prof. Fred Benu menelepon saya untuk menggnatikannya menjadi narasumber dalam Pelatihan Metodologi Penelitian dan Review Proposal yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian Undana. Mendapat permintaan menggantikan seorang guru besar untuk menjadi narasumber, apalagi disampaikan oleh yang

13 Juni 2012

Petualangan Keliling Timor Barat

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Saya sudah tinggal di Kupang lebih dari 25 tahun, tapi sempat berkeliling ke kota-kota kabupetan saja seluruh Provinsi NTT. Oleh karena itu, ketika pada 2007 ada tawaran untuk melakukan pemetaan flora kawasan Timor Barat maka saya tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sebelumnya saya sudah pernah mendaki Gunung Mutis, tetapi belum pernah melihat jenis-jenis pohon hutan di kawasan lainnya. Saya sebenarnya ingin melakukan perjalanan bersama dengan kawan-kawan yang sehobi, tetapi karena ini

09 Juni 2012

Selusin Kegalauan dalam Menanggapi Rencana Penerbitan Skripsi melalui Jurnal Ilmiah Online

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Dari: Republika Online,
Skripsi Dijual Hanya Rp 35.000!!
Saya akan dengan senang hati membantu membuatkan situs jurnal untuk mempublikasikan skripsi mahasiswa Faperta Undana. Namun demikian, terus terang, saya sebenarnya sangat galau dengan rencana ini. Kegalauan saya didasarkan atas pengamatan saya terhadap skripsi mahasiswa Faperta Undana mengenai aspek-aspek sebagai berikut:

Taman: Apakah Cukup dengan Hanya Menanam Tanaman Hias?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Dari: Agoda
Anda pernah mendengar nama kota Darwin? Atau bahkan mungkin Anda sudah pernah berkunjung ke Darwin? Bila Anda adalah pejabat Provinsi NTT atau Kota Kupang, sangat mungkin Anda sudah beberapa kali berkunjung ke sana. Palmerstone, kota di sebelah selatan kota Darwin, adalah sister city bagi kota Kupang. Untuk

28 Mei 2012

Orasi Guru Besar Seharusnya Berisi Puncak-puncak Capaian Seorang Akademisi

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF Suatu saat seorang kolega datang ke rumah untuk mendiskusikan penulisan proposal disertasinya. Setelah berdiskusi beberapa lama, saya dan dia kemudian mengobrol mengenai banyak hal mengenai dunia akademik kita saat ini. Mulai dari kurikulum berbasis kompetisi untuk menghasilkan lulusan berstandar "tukang" sampai kepada  pendidikan yang seharusnya mengubah dunia untuk lebih memanusiakan manusia. Ujung-ujungnya, obrolan sampai juga pada hal-hal yang bagi sebagian orang mungkin sepele, tetapi

09 Februari 2012

Menjaga Kedaulatan: Bagaimana Mungkin dengan Dasar Pendidikan Berbasis Kompetensi?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Barusan saya menyaksikan acara Saresehan Anak Negeri dengan topik Kedaulatan Energi di TVOne. Sangat menarik, tapi mungkin tidak akan banyak mahasiswa pertanian yang tertarik menyaksikannya. Pertama, energi bukanlah spesialisasi bidang pertanian, meskipun di masa depan hal itu bisa saja terjadi. Kedua, diskusi bersifat lintas disiplin sehingga akan menyulitkan mahasiswa yang belajar dalam kungkungan kurikulum berbasis kompetensi untuk memahaminya. Ketiga, kedaulatan adalah wawasan kebangsaan yang

29 Januari 2012

Kurikulum Berbasis Kompetensi: Angan-angan Selangit yang Bermetamorfosis Menjadi Pembohongan Publik

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Kurikulum berbasis kompetensi telah disusun. RKPS dengan rencana yang selangit juga telah dibuat untuk setiap matakuliah yang sebagian besar mempunyai 1 SKS praktikum. Untuk pelaksanaan praktikum, panduan praktikum juga sudah dibuat dengan minimal terdiri atas 4 topik. Rencananya lagi, setiap dosen akan diminta untuk membuat SOP
Lalulintas kejadian adalah sedemikian cepat. Hampir tidak ada waktu tenang untuk memikirkan dan merenungkan.
Pramudta Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, 104

Perubahan Iklim

Ingin memperoleh data dan bukti mengenai perubahan iklim? Mengapa tidak mampir di situs NASA? Anda dapat melihat indikator kunci, bukti, penyebab, akibat, konsensus, dan mengakses website lain yang terkait. NASA menyediakan data untuk dipergunakan melakukan visualisasi langsung secara online. Silahkan kemudian pikirkan gaya hidup seperti apa yang kira-kira dapat mengurangi pemanasan global?