Selamat Datang

Terima kasih kepada Anda yang telah berkenan mengunjungi blog ini. Saya bukan seorang penulis, hanya senang menulis. Karena itu, maaf bila tulisan saya mungkin kurang menarik. Silahkan menjelajah dengan terlebih dahulu mengklik Daftar Isi dan membaca Ketentuan Layanan (Terms of Service). Saya sangat menghargai Anda yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menyampaikan sesuatu ...

30 September 2012

Kedaulatan Pangan: Tanggapan terhadap Tayangan Tamu oleh Max Junus Kapa

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Sebagai bentuk partisipasi, kolega saya Max Junus Kapa, yang sekarang sedang melaksanakan studi S3, menyampaikan kritik terhadap tema seminar internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Nusa Cendana sebagai rangkaian perayaan ulang tahun emasnya. Sebagai bagian dari panitia seminar tersebut, kebetulan  saya dipercayai untuk memoderasi satu di antara sepuluh presentasi dalam seminar tersebut (yang akhirnya dipaparkan hanya 9 presentasi karena keterbatasan waktu). Terlepas dari peran saya dalam seminar tersebut, saya menghargai kritik membangun yang disampaikan oleh kolega saya yang sangat kritis ini. Bagi saya, keterbukaan terhadap kritik merupakan fondasi penting untuk menjadikan Universitas Nusa Cendana benar-benar sebagai universitas berwawasan global. Saya berharap, semoga anggota panitia lainnya juga berpikiran kurang lebih sama. Terlepas dari betapa melelahkannya penyiapan dan penyelenggaraan sebuah seminar internasional, kita tetap harus bisa menanggapi kritik dengan kepala dingin.

Seminar Internasional atau Diskusi Ngalor Ngidul?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Tayangan Tamu oleh:  
Max Junus Kapa
Mahasiswa Program Doktor Universitas Udayana

Beberapa hari yang lalu, saya membaca sebuah spanduk di Jl. El Tari (salah satu jalan protokol di Kota Kupang, terletak persis di depan Kantor Gubernur NTT), tentang akan diselenggarakan seminar internasional dalam rangka ulang tahun emas Universitas Nusa Cendana (Undana). Tema yang diangkat dalam seminar tersebut adalah: “The Impact of Cilmate Change on Food Sovereignty and Community Welfare in Semi-arid Regions” yang dalam Bahasa Indonesia kurang lebih: “Dampak Perubahan Iklim terhadap Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat di Wilayah Semi-ringkai”. Wah, hebat juga Undana, kata saya dalam hati, karena begitu peka terhadap isyu yang mengglobal saat ini, sehingga menjadi relevan dengan visinya sebagai universitas berwawasan global.

26 September 2012

'Naur Sesangi': Janji tetap harus ditepati, sekalipun sesudah mati...

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Saya mempunyai seorang kemenakan laki-laki yang sekarang sedang kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di kota Denpasar, Bali. Menurut ibunya, yang adalah adik bungsu saya, ketika masih kecil dahulu, kemenakan saya ini pernah sakit cukup parah. Ketika itu, lagi-lagi menurut ibunya, kakek kemenakan saya, atau mertua laki-laki adik saya, berkaul bahwa bila kemenakan saya sembuh maka beliau akan menghaturkan sesajen pada hari otonan, yaitu hari kelahiran yang berulang setiap enam bulan kalender Bali. Tapi sampai meninggal, kakek kemenakan saya ini tidak pernah memberitahu siapapun mengenai kaulnya, tidak juga memberitahu ayah dan ibu kemenakan saya. Suatu ketika, sekitar sebulan lalu, kemenakan saya mengalami kecelakaan lalu lintas di Denpasar. Sebagaimana lazimnya orang Bali, orang tua kemenakan saya menanyakan kepada 'balian', semacam paranormal khas Bali, apa kira-kira yang menyebabkan kemenakan saya mengalami kecelakaan. Maka, singkat cerita, melalui sang 'balian', kakek kemenakan saya mengatakan bahwa beliau mempunyai kaul yang harus dibayar.

25 September 2012

Pembangunan: Mendekatkan atau justeru menjauhkan?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Kali ini, kembali saya memperoleh kesempatan untuk pulang ke kampung kelahiran saya. Saya mengatakan kembali memperoleh kesempatan karena memang ini merupakan kesempatan ke sekian kali. Sejak menyelesaikan pendidikan dasar, saya sudah meninggalkan kampung kelahiran, Banjar Bungbungan, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Saya menyelesaikan pendidikan dasar di SD Bungbungan, yang kala itu berlokasi di Banjar Kaleran, di sebelah selatan banjar tempat kelahiran saya. Kemudian, saya melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri Negara, kini SMP Negeri 1 Negara, dan melanjutkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri Negara, kini SMA Negeri 1 Negara sampai kelas 1, kini kelas 10. Setelah itu, saya melanjutkan pendidikan di luar Bali, di Pulau Sumbawa, Pulau Lombok, Kanada, dan Australia, dan bahkan bekerja juga di luar Bali. Tidak mengherankan bila pengetahuan saya mengenai kampung kelahiran saya sangat terbatas.

05 September 2012

Menanam Pohon: Merehabilitasi atau Justeru Merusak Hutan?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Hutan terdiri atas berbagai jenis tumbuhan dan tentu saja, di antara berbagai jenis tumbuhan ini adalah jenis-jenis pohon. Pada tipe hutan tertentu, hutan memang didominasi oleh pohon sehingga tidak mengherankan bila bagi kalangan awam hutan adalah kompulan berbagai jenis pohon. Hanya saja, sedikit orang yang menyadari bahwa hutan juga bisa menjadi rusak karena pohon. Jenis-jenis pohon yang memberikan keuntungan lebih bila ditebang daripada bila dibiarkan tumbuh justeru mengundang orang untuk merusak hutan. Tidak mengherankan bila kawasan hutan yang mempunyai banyak jenis-jenis pohon bernilai ekonomis pada umumnya mengalami kerusa{an lebih parah daripada kawasan hutan yang tidak mempunyai jenis-jenis pohon yang menguntungkan bila ditebang.
Lalulintas kejadian adalah sedemikian cepat. Hampir tidak ada waktu tenang untuk memikirkan dan merenungkan.
Pramudta Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, 104

Perubahan Iklim

Ingin memperoleh data dan bukti mengenai perubahan iklim? Mengapa tidak mampir di situs NASA? Anda dapat melihat indikator kunci, bukti, penyebab, akibat, konsensus, dan mengakses website lain yang terkait. NASA menyediakan data untuk dipergunakan melakukan visualisasi langsung secara online. Silahkan kemudian pikirkan gaya hidup seperti apa yang kira-kira dapat mengurangi pemanasan global?