Selamat Datang

Terima kasih kepada Anda yang telah berkenan mengunjungi blog ini. Saya bukan seorang penulis, hanya senang menulis. Karena itu, maaf bila tulisan saya mungkin kurang menarik. Silahkan menjelajah dengan terlebih dahulu mengklik Daftar Isi dan membaca Ketentuan Layanan (Terms of Service). Saya sangat menghargai Anda yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menyampaikan sesuatu ...

19 Oktober 2012

Ketika Seorang Guru Besar Ekologi Harus Belajar Seperti Seekor Macan

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Anda pernah membaca Catatan Pinggir? Bagi Anda para anak muda, saya mungkin perlu memperkenalkan bahwa Catatan Pinggir adalah kolom majalah berita Tempo yang ditulis oleh Goenawan Mohamad. Dia adalah pendiri majalah Tempo, tetapi juga dikenal luas sebagai sastrawan dan esais. Catatan Pinggir berisi komentar ataupun kritik terhadap arus utama. Sejak pertama kali terbit pada akhir tahun 1970-an, Catatan Pinggir telah menjadi ekspresi oposisi terhadap pemikiran yang picik, fanatik, dan kolot. Catatan Pinggir telah diterbitkan pula sebagai buku (kini terbit jilid ke-6 dan ke-7), di antaranya telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Kritik dalam Catatan Pinngir diwarnai keyakinan Goenawan bahwa tak pernah ada yang final dalam manusia, yang, meminjam satu bait dalam sajaknya, “dengan raung yang tak terserap karang”. Berikut adalah kutipan Catatan Pinggir Majalah Tempo Edisi 8 Januari 1977.

18 Oktober 2012

Laptop: Gaya Hidup Masa Kini untuk 'Memanfaatkan' Anggaran Pembangunan

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
'Kembali ke laptop", sebagian besar dari kita tentu paham, siapa yang mengucapkan kalimat ini. Tapi tulisan ini tidak saya maksudkan untuk mengupas acara televisi yang populer ini. Saya mengutip kalimat ini agar Anda lebih mudah memahami apa yang saya maksud dengan 'laptop' dalam tulisan ini. Komputer jinjing yang bagi orang yang mengerti tidak semuanya disebut laptop, bagi kalangan awam semuanya adalah laptop. Dan seperti halnya topik tayangan televisi yang populer itu, laptop kini juga menjadi semacam gaya hidup baru di kalangan pegawai pemerintah. Di jalan-jalan, Anda akan menemukan pegawai berseragam mengendarai sepeda motor menggendong tas maupun ransel laptop. Bila Anda bertamu ke kantor-kantor pemerintah, Anda akan menyaksikan, hampir setiap pegawai tampak sibuk dengan laptopnya masing-masing. Bukan hanya di kota-kota besar, hal ini terjadi sampai di kota-kota kecil, bahkan sampai ke kota kecamatan.

05 Oktober 2012

Demokrasi: Uang, preman, dan dukun

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Semua tahu apa arti demokrasi: pemerintahan yang dipilih dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Tapi apakah memang begitu? Tengok apa yang terjadi pada setiap kali pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) yang sekarang tidak lagi dilakukan secara perwakilan, melainkan secara langsung. Contoh terkini adalah Pemilu Kada DKI. Menurut berita di berbagai media masa, satu calon menggelontorkan biaya sampai lebih dari 60 milyar, sementara calon lainnya menggelontorkan belasan millyar. Pada akhirnya, yang menang memang yang menggelontorkan lebih sedikit biaya, tetapi belasan milyar juga bukan biaya yang sedikit. Pemilu dan pemilu kada secara langsung memang memerlukan biaya yang tidak sedikit. Maklum, dalam pemilu dan pemilu kada model seperti ini (langsung), yang harus dibayar dengan sendirinya banyak orang.

03 Oktober 2012

Rasis: Begitu mudah memaki dengan menyebut suku

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Hari minggu malam saya mengajak adik perempuan saya, yang berkunjung ke Kupang, untuk makan malam di Pasar Malam Kota Kupang. Kami dan anak-anak mengambil tempat di deretan meja belakang. Beberapa saat kemudian, datang serombongan laki-laki dan perempuan duduk di meja sebelah. Mereka memesan entah ayam panggang atau ayam goreng. Mungkin karena pelayan kurang perhatian atau bagaimana, yang disuguhkan ayam bagian paha, padahal yang dipesan mungkin bagian dada. Tanpa dinyana, seorang perempuan paruh baya berpakaian warna mencolok menghardik, "Beta mau dada, bukan paha". Pelayan pun mohon maaf dan berkata akan menukarnya dengan bagian dada. Tetapi, lebih mengejutkan, setelah pelayan pergi, perempuan paruh baya berpakaian ala ABG tadi menggerutu, "Dasar X bodoh, kalau lu tidak bawa dada, lu pung dada ju be makan", dalam bahasa Indonesia logat Kupang yang medok. Saya tidak bisa menyebutkan X sebab X adalah nama suku yang merupakan suku orang-orang yang berjualan di pasar malam itu.
Lalulintas kejadian adalah sedemikian cepat. Hampir tidak ada waktu tenang untuk memikirkan dan merenungkan.
Pramudta Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, 104

Perubahan Iklim

Ingin memperoleh data dan bukti mengenai perubahan iklim? Mengapa tidak mampir di situs NASA? Anda dapat melihat indikator kunci, bukti, penyebab, akibat, konsensus, dan mengakses website lain yang terkait. NASA menyediakan data untuk dipergunakan melakukan visualisasi langsung secara online. Silahkan kemudian pikirkan gaya hidup seperti apa yang kira-kira dapat mengurangi pemanasan global?