Selamat Datang

Terima kasih kepada Anda yang telah berkenan mengunjungi blog ini. Saya bukan seorang penulis, hanya senang menulis. Karena itu, maaf bila tulisan saya mungkin kurang menarik. Silahkan menjelajah dengan terlebih dahulu mengklik Daftar Isi dan membaca Ketentuan Layanan (Terms of Service). Saya sangat menghargai Anda yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menyampaikan sesuatu ...

19 Januari 2013

NTT Academia Award 2012: Terima Kasih untuk Sebuah Idealisme dan Keluarga Baru

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Saya tidak sempat menonton pertunjukan monolog Abdi Keraf, saya dan istri tiba terlambat. Kami bukan sengaja ingin datang terlambat, tetapi kami mengijinkan Edi, sopir taksi plat hitam yang kami sewa hari itu, untuk terlebih dahulu mengantar penumpang lain. Kami menggunakan taksi karena khawatir turun hujan, biasanya kami menggunakan sepeda motor saja. Begitulah, pada saat kami tiba di tempat acara Penganugerahan NTT Academia Award 2012, di aula Universitas Kristen Artha Wacana, acara sudah berlangsung. Kami, dan pada saat itu disertai sahabat kami Remi Natonis, langsung mengambil tempat yang disediakan. Ketika itu, seorang mahasiswi sedang membacakan puisi karya Gerson Poyk, penerima award untuk kategori Literature and Humanity. Lalu, disusul pembacaan puisi oleh Opa Gerson sendiri, maaf, perkenankan saya memanggil beliau dengan panggilan opa. Beliau lahir pada 16 Juni 1931 di Namodale, Ba'a, sekarang ibukota Kabupaten Rote Ndao.

17 Januari 2013

Membedah Pertanian NTT melalui Sudut Pandang Ketahanan Hayati Masyarakat (Bagian 2 dari 2 Bagian)

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Pada bagian 1 dari tulisan ini sudah saya uraikan kondisi lingkungan biofisik yang mendeterminasi wujud pertanian NTT. Saya juga telah menguraikan pendekatan yang digunakan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan pertanian, yaitu kebijakan pembangunan pertanian berbasis komoditas. Pendekatan alternatif yang sudah berkembang secara alami sesuai dengan kondisi lingkungan biofisik yang ada adalah pendekatan sistem, tetapi ini diabaikan. Kebijakan pembangunan didasarkan atas konsep revolusi hijau dengan memandang pertanian sebagai proses produksi yang dapat dioptimalisasi secara matematik melalui penggunaan masukan secara intensif untuk tujuan memaksimalkan produktivitas. Walhasil, stabilitas dan ekuitabilitas sistem terabaikan dan produksi tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Pada bagian ini saya akan menguraikan bagaimana modal sosial dan tatakelola pemerintahan menentukan ketahanan hayati (biosecurity) pertanian NTT. Kemudian saya akan mengakhiri tulisan ini dengan menguraikan penggunaan ketahanan hayati sebagai pendekatan pembangunan pertanian NTT.

Membedah Pertanian NTT melalui Sudut Pandang Ketahanan Hayati Masyarakat (Bagian 1 dari 2 Bagian)

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai provinsi dengan wilayah kering dan sering mengalami rawan pangan. Banyak pihak memandang keadaan wilayah kering ini sebagai penyebab terjadinya rawan pangan dan berbagai permasalahan lainnya. Bahkan juga ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan keadaan wilayah kering ini sebagai bencana, bukan untuk tujuan apa, tetapi sekedar untuk memperoleh bantuan rawan bencana. Maka kekeringan dan rawan pangan seakan-akan menjadi komoditas yang laku ditawarkan untuk memperoleh bantuan. Lalu singkatan NTT pun diplesetkan menjadi "Nasib Tidak Tentu" dan "Nanti Tuhan Tolong". Apakah sesungguhnya memang demikian? Bahwa keadaan wilayah kering adalah penyebab rawan pangan yang selalu saja terjadi secara berulang di provinsi ini?

12 Januari 2013

Mengawen: Sebuah Kontradiksi Memprihatinkan dari Beragam Ritual

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Saya belum benar-benar mengerti mengapa disebut mengawen, yang saya tahu mengamen. Saya sudah menanyakan kepada beberapa orang, tetapi tidak ada yang bisa menjawab mengapa disebut mengawen. Tetapi di kampung saya, istilah mengawen digunakan untuk merujuk kepada kegiatan membuka kawasan hutan untuk dijadikan kawasan budidaya pertanian. Bagi warga kampung saya, yang pekerjaannya hampir semuanya sebagai petani, mengawen menjadi sebuah kesempatan untuk memperoleh sumber pendapatan. Risiko bencana masa depan yang ditimbulkan oleh kegiatan mengawen tertutupi oleh ketamakan ingin memiliki rumah bagus, ingin mempunyai motor dan mobil, dan pemenuhan berbagai kebutuhan lainnya. Bagi saya mengawen adalah sebuah kontradiksi, kontradiksi antara kehidupan masyarakat yang begitu peduli dengan ritual keagaan di satu sisi dan kehidupan keberagaaman dalam keseharian di sisi lain.

Sekolah Bertaraf Internasional: Sebuah Pengakuan terhadap Rasa Rendah Diri Bangsa

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Selasa 8 Januari 2013, Mahkamah Konstitusi (MK), setelah menimbang dan melihat bukti serta keterangan, mengabulkan permohonan para penggugat untuk membatalkan Pasal 50 ayat 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal ini telah menjadi dasar hukum penyelenggaraan sekitar 1.300 sekolah berlabel SBI/RSBI. Dengan dibatalkannya ayat 3 tersebut maka penyelenggaraan sekolah bertaraf internasional (SBI) dan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) menjadi tidak mempunyai pijakan hukum sehingga penyelenggaraan satuan pendidikan berkurikulum internasional oleh pemerintah tak lagi diperbolehkan.

07 Januari 2013

Menikah: Sebuah Perjalanan Panjang

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Kami, saya I Wayan Mudita dan calon istri Ida Ayu Lochana Dewi, pada akhirnya menikah. Resepsi diadakan pada 20 Desember 2012 dan upacara pawiwahan (akad nikah) pada 21 Desember 2012. Tanggal resepsi dan pawiwahan bukan kami tetapkan sendiri, melainkan ditetapkan oleh sulinggih (pendeta Hindu) berdasarkan pada perhitungan hari baik. Kebetulan saja tanggal resepsi maupun tanggal pawiwahan merupakan kombinasi angka yang cantik, 20122012 dan 21122012. Pada hari pernihakan, kami telah saling bertemu sejak 12 tahun sebelumnya, sebuah perjalanan yang sangat panjang sampai pada akhirnya kami menikah. Bukan kemauan kami untuk menunggu sampai sekian lama, melainkan keadaan yang membuat kami harus menunggu.
Lalulintas kejadian adalah sedemikian cepat. Hampir tidak ada waktu tenang untuk memikirkan dan merenungkan.
Pramudta Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, 104

Perubahan Iklim

Ingin memperoleh data dan bukti mengenai perubahan iklim? Mengapa tidak mampir di situs NASA? Anda dapat melihat indikator kunci, bukti, penyebab, akibat, konsensus, dan mengakses website lain yang terkait. NASA menyediakan data untuk dipergunakan melakukan visualisasi langsung secara online. Silahkan kemudian pikirkan gaya hidup seperti apa yang kira-kira dapat mengurangi pemanasan global?