Selamat Datang

Terima kasih kepada Anda yang telah berkenan mengunjungi blog ini. Saya bukan seorang penulis, hanya senang menulis. Karena itu, maaf bila tulisan saya mungkin kurang menarik. Silahkan menjelajah dengan terlebih dahulu mengklik Daftar Isi dan membaca Ketentuan Layanan (Terms of Service). Saya sangat menghargai Anda yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menyampaikan sesuatu ...

17 Januari 2013

Membedah Pertanian NTT melalui Sudut Pandang Ketahanan Hayati Masyarakat (Bagian 2 dari 2 Bagian)

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Pada bagian 1 dari tulisan ini sudah saya uraikan kondisi lingkungan biofisik yang mendeterminasi wujud pertanian NTT. Saya juga telah menguraikan pendekatan yang digunakan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan pertanian, yaitu kebijakan pembangunan pertanian berbasis komoditas. Pendekatan alternatif yang sudah berkembang secara alami sesuai dengan kondisi lingkungan biofisik yang ada adalah pendekatan sistem, tetapi ini diabaikan. Kebijakan pembangunan didasarkan atas konsep revolusi hijau dengan memandang pertanian sebagai proses produksi yang dapat dioptimalisasi secara matematik melalui penggunaan masukan secara intensif untuk tujuan memaksimalkan produktivitas. Walhasil, stabilitas dan ekuitabilitas sistem terabaikan dan produksi tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Pada bagian ini saya akan menguraikan bagaimana modal sosial dan tatakelola pemerintahan menentukan ketahanan hayati (biosecurity) pertanian NTT. Kemudian saya akan mengakhiri tulisan ini dengan menguraikan penggunaan ketahanan hayati sebagai pendekatan pembangunan pertanian NTT.


Modal sosial dan tatakelola pemerintahan menentukan salah satu aspek penting sistem ekologis sosial pertanian NTT, yaitu ketahanan hayati. Pada dasarnya, ketahanan hayati merupakan keadaan yang memungkinkan sumberdaya dan lingkungan hidup dapat mempertahankan diri dari ancaman hayati (biological threats) yang ditimbulkan oleh berbagai organisme berbahaya, termasuk ancaman bioprospeksi dan bioterorisme, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam. Untuk memungkinkan suatu sistem ekologis sosial mempunyai ketahanan hayati diperlukan pengelolaan ketahanan hayati yang dilakukan melalui penilaian risiko, pengelolaan risiko, dan pengkomunikasian risiko dalam kontinuum prabatas, batas, dan pascabatas. Bila hal ini dilakukan bersama-sama dengan masyarakat dengan didasari modal sosial dan tatakelola pemerintahan yang baik maka akan tercipta ketahanan hayati masyarakat (community biosecurity). Akan tetapi, kebijakan pembangunan pertanian berbasis komoditas yang dilandasi cara pandang positivisme dengan mengedepankan pendekatan pertanian sebagai sekedar proses produksi yang dapat dimodelkan secara matematis menyebabkan ketahananan hayati masyarakat menjadi terabaikan, sebagaimana yang terjadi pada kebijakan pengembangan komoditas jagung, jeruk keprok, dan kakao.

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang secara tradisional dibudidayakan secara tumpangsari dalam pola tiga bersaudari. Dalam pola ini, jagung tidak pernah ditanam secara tunggal, melainkan selalu bersama dengan kacang-kacangan, terutama kacang nasi, dan labu kuning, mirip dengan pola milpa di Amerika Tengah. Tetapi pemerintah bukannya mengadopsi pola tiga bersaudari ini, melainkan memgintroduksi pola monokultur secara intensif dengan menggunakan jagung varietas unggul (komposit maupun hibrida) yang disertai dengan sarana produksi lainnya seperti pupuk kimiawi, pestisida, dan traktor untuk mengolah tanah. Disadari atau tidak, telah terjadi pengingkaran terhadap pola tiga bersaudari sebagai sumberdaya identitas dan jagung sebagai bahan pangan yang bagi masyarakat tertentu dipandang tabu untuk diperjualbelikan. Penggunaan benih unggul telah membatasi akses masyarakat terhadap sumberdaya yang paling hakiki dalam kehidupan sebagai petani, yaitu benih. Benih dan sarana produksi yang sering diterima petani dalam keadaan terlambat memicu ketidaksalingpercayaan (distrust) antara anggota dengan ketua kelompok yang dibentuk untuk melaksanakan proyek. Menurut pengalaman masyarakat, jagung unggul tidak tahan simpan karena rentan terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh fufuk (maize weevils). Tentu saja kebijakan jagung pemerintah mengabaikan aspek penyimpanan ini sebab memang dimaksudkan untuk memproduksi jagung guna meningkatkan pendapatan rumah tangga (dijual), bukan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pilar produksi. Pada pihak lain, pembagian RASKIN telah membuat masyarakat menjadi malu mengkonsumsi jagung sebab jika mereka masih mengkonsumsi jagung maka akan mempermalukan pemerintah.
Kebijakan pengembangan jagung yang mengabaikan keberadaan jagung lokal dalam pola tiga bersaudari dengan kacang nasi dan labu menjadi jagung varietas unggul secara tunggal untuk tujuan meningkatkan pendapatan telah menyebabkan produksi jagung mengalami kerusakan oleh fufuk
From Membedah Pertanian NTT

Jeruk keprok asli Timor, yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama lemon cina, secara turun temurun dibudidayakan dengan cara menanam dari biji di wilayah pegunungan Karupaten TTS dan Kabupaten TTU. Entah mengapa, pemerintah mengusulkan jeruk keprok asli Timor ini dengan nama jeruk keprok soe. Karena Soe merupakan ibukota Kabupaten TTS, tentu saja nama jeruk keprok soe ini mengingkari kenyataan bahwa jeruk ini juga merupakan sumberdaya identitas masyarakat Kabupaten TTU. Bukan hanya itu, dalam pengembangan jeruk keprok ini pemerintah begitu saja mengganti penanaman dari biji yang telah dilakukan secara turun temurun dengan penanaman dengan menggunakan bibit okulasi. Penggunaan bibi okulasi sebagai bahan tanam telah mengacaukan konsep kase-meto dan merampas hak masyarakat untuk menggunaka~ benih sendiri, tetapi hal ini memberikan peluang bagi oknum petugas untuk bermain dalam bisnis bibit. Penggunaan bibit okulasi yang tidak disertai dengan pengawasan secara ketat akan mempermudah penyebaran penyakit-penyakit berbahaya yang menular melalui bibit, seperti misalnya CVPD. Demi mempertahankan kesempatan memperoleh anggaran dari pemerintah pusat dan tetap terlibat dalam bisnis bibit okulasi yang jauh lebih menguntungkan daripada bisnis buah jeruk sendiri, keberadaan penyakit berbahaya semacam CVPD diingkari begitu saja. Alasannya, pemerintah telah menerbitkan peraturan daerah pelarangan pemasukan bibit okulasi untuk mencegah terjadinya penularan CVPD dari luar daerah. Alih-alih memberikan perhatian terhadap penyakit berbahaya ini, perhatian justeru diberikan terhadap penyakit lain sehingga CVPD dengan bebas menyebar melalui bibit okulasi yang dibagikan pemerintah. Masyarakat tentu saja tidak menyadari hal ini sebab sebagai penyakit yang tidak diakui keberadaannya secara resmi, informasi mengenai penyakit ini tidak pernah diberikan.
Penetapan jeruk keprok sebagai varietas unggul nasional dengan nama jeruk keprok soe mengingkari kenyataan bahwa jeruk ini bukan hanya merupakan sumberdaya identitas masyarakat Kabupaten TTS tetapi juga masyarakat Kabupaten TTU dan pengalihan biji sebagai bahan tanam ke bibit okulasi telah menjadi wahana penularan penyakit CVPD yang keberadaannya justeru diingari demi kepentingan memperoleh anggaran dari pemerintah pusat dan keterlibatan oknum petugas dalam bisnis bibit okulasi
From Membedah Pertanian NTT

Kakao di NTT merupakan tanaman perkebunan rakyat di beberapa kabupaten di Pulau Flores dan Pulau Sumba. Tanaman ini mempunyai kelebihan dibandingkan jenis tanaman perkebunan rakyat ainnya, yaitu berproduksi beberapa kali dalam setahun sehingga dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat melalui pilar akses terhadap bahan pangan dengan cara membeli dari hasil menjual biji kakao. Sebagaimana kebijakan pembangunan pertanian berbasis komoditas lainnya, kebijakan pengembangan komoditas kakao juga sangat berfokus pada menanam dan sekali lagi menanam. Perhatian terhadap organisme berbahaya tidak pernah diberikan secara proaktif sebagai langkah antisipasi, melainkan selalu bersifat reaktif. Masyarakat menyambut kebijakan ini dengan antusias dengan menanam menggunakan benih dari buah yang dibawa sendiri dari pulau lain. Tanpa dinyana, bukan tidak mungkin buah yang dibawa dari pulau lain juga membawa PBK, hama yang sangat merusak pada kakao. Begitupun, setelah hama ini pertama kali ditemukan di Kabupaten Sikka, tidak ada upaya untuk membatasi penyebarannya ke kabupaten lain, selain mengikuti rekomendasi pemerintah pusat membungkus buah dengan kantong plastik yang, karena keadaan topografi perkebunan kakao rakyat di NTT, sulit dan berbahaya untuk dilakukan. Alih-alih memberikan perhatian, dinas perkebunan provinsi yang semula memberikan perhatian terhadap permasalahan ini kemudian dilebur menjadi bagian dari dinas pertanian yang berfokus pada tanaman pangan. Seperti halnya CVPD pada jeruk keprok, PBK pada kakao menyebar dan menghancurkan tanaman kakao di NTT tanpa mendapat perhatian.
Kelebihan kakao dibandingkan dengan tanaman perkebunan rakyat lainnya dalam hal produksi beberapa kali dalam setahun memungkinkan tanaman ini disambut antusias oleh masyarakat, tetapi pengembangan yang hanya berfokus pada menanam dan sekali lagi menanam telah menyebabkan organisme berbahaya luput dari perhatian yang pada akhirnya menghancurkan produksi tanaman ini
From Membedah Pertanian NTT
Kebijakan pembangunan pertanian selama ini didasari oleh paradigma positivisme bahwa pertanian merupakan ilmu eksakta sehingga memungkinkan dilakukan optimasi produksi melalui pendekatan pemodelan matematik. Paradigma positivisme ini juga sangat terasa dari bagaimana kebijakan dirumuskan melalui mekanisme musrembang tetapi kemudian yang muncul sebagai program bukanlah sebagaimana yang diusulkan dari bawah, melainkan yang ditetapkan dari atas. Dan juga, keberhasilan program dievaluasi hanya dengan berdasarkan angka rata-rata produktivitas dan sama sekali tidak memperhatikan keberadaan pertanian sebagai sistem dengan karakteristik stabilitas dan ekuitabilitas. Dengan pendekatan angka rata-rata ini, program dinyatakan berhasil bila telah mencapai angka rata-rata, sedangkan sejumlah pencilan yang tidak mencapai angka rata-rata diabaikan begitu saja. Padahal seharusnya, bila dipikirkan secara lebih kritis, perhatian seharusnya diberikan kepada angka pencilan ini. Dengan kata lain, kebijakan pembangunan pertanian seharusnya berpihak kepada golongan petani kecil yang paling tidak berdaya, bukannya kepada golongan petani kelas menengah.

Kebijakan pembangunan pertanian juga seharusnya beroriantasi ke depan mengingat lingkungan biofisik dan sosial yang senantiasa berubah. Alih-alih berorientasi ke depan, kebijakan berbasis komoditas jagung justeru hendak mengembalikan kejayaan masa lalu sebagai provinsi penghasil jagung, mengingkari kenyataan bahwa saat ini terdapat sejumlah provinsi lain yang mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif sebagai penghasil jagung, NTB, Jawa Timur, dan Gorontalo sebagai contoh. Dari pengalaman selama ini, sudah tiba saatnya kebijakan pembangunan pertanian NTT dirumuskan dengan lebih memperhatikan pertanian sebagai sistem, sebagai agroekosistem maupun sistem ekologis sosial, dengan memperhatikan modal sosial dan tatakelola pemerintahan guna bisa menjadi proaktif terhadap ancaman ketahanan hayati yang senantiasa mengintai setiap saat. Ibarat sebuah universitas, jumlah doktor dan guru besar yang banyak tidak akan berrarti untuk kemajuan universitas itu bila tidak disertai dengan upaya memupuk modal sosial dan memperbaiki tatakelola pemerintahan. Pun pembangunan pertanian juga begitu, teknologi memang penting, tetapi teknologi saja belum cukup. Bila di universitas perlu ada dosen minimalis (dosen dengan jenjang pendidikan akademik S1 dan S2) untuk melaksanakan perkuliahan, pada pengembangan pertanian diperlukan modal sosial dan tatakelola pemerintahan untuk memungkinkan teknologi dapat diterapkan tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap sistem.

Lalulintas kejadian adalah sedemikian cepat. Hampir tidak ada waktu tenang untuk memikirkan dan merenungkan.
Pramudta Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, 104

Perubahan Iklim

Ingin memperoleh data dan bukti mengenai perubahan iklim? Mengapa tidak mampir di situs NASA? Anda dapat melihat indikator kunci, bukti, penyebab, akibat, konsensus, dan mengakses website lain yang terkait. NASA menyediakan data untuk dipergunakan melakukan visualisasi langsung secara online. Silahkan kemudian pikirkan gaya hidup seperti apa yang kira-kira dapat mengurangi pemanasan global?