Selamat Datang

Terima kasih kepada Anda yang telah berkenan mengunjungi blog ini. Saya bukan seorang penulis, hanya senang menulis. Karena itu, maaf bila tulisan saya mungkin kurang menarik. Silahkan menjelajah dengan terlebih dahulu mengklik Daftar Isi dan membaca Ketentuan Layanan (Terms of Service). Saya sangat menghargai Anda yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menyampaikan sesuatu ...

27 Oktober 2013

Legenda Jayaprana-Layonsari: Apa yang Kita Warisi Kini?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Kaluarga saya di kampung, di pedalaman Desa Yehembang, Kabupaten Jembrana, Bali, sering melakukan persembahyangan di berbagai pura sebagai rangkaian perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Pada Hari Raya Galungan dan Kuningan kali ini, mereka melakukan persembahyangan di Pura Jayaprana dan pura-pura sekitarnya, termasuk di Pura Pulaki, Pura Melanting, dan Pura Pabean. Pada perayaan kali ini saya sedang berada di kampung sehingga mendapat kesempatan mengikutinya. Di antara pura-pura ini, Pura Jayaprana berkaitan dengan legenda percintaan romantis dan sekaligus tragis, antara I Nyoman Jayaprana dan Ni Nyoman Layonsari, mirip dengan kisah percintaan Romeo dan Yuliet karya Shakespeare.
Lalulintas kejadian adalah sedemikian cepat. Hampir tidak ada waktu tenang untuk memikirkan dan merenungkan.
Pramudta Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, 104

Perubahan Iklim

Ingin memperoleh data dan bukti mengenai perubahan iklim? Mengapa tidak mampir di situs NASA? Anda dapat melihat indikator kunci, bukti, penyebab, akibat, konsensus, dan mengakses website lain yang terkait. NASA menyediakan data untuk dipergunakan melakukan visualisasi langsung secara online. Silahkan kemudian pikirkan gaya hidup seperti apa yang kira-kira dapat mengurangi pemanasan global?