Selamat Datang

Terima kasih kepada Anda yang telah berkenan mengunjungi blog ini. Saya bukan seorang penulis, hanya senang menulis. Karena itu, maaf bila tulisan saya mungkin kurang menarik. Silahkan menjelajah dengan terlebih dahulu mengklik Daftar Isi dan membaca Ketentuan Layanan (Terms of Service). Saya sangat menghargai Anda yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menyampaikan sesuatu ...

27 Desember 2013

Open House: Bukankah Tidak Akan Menjadi Kurang Terhormat Bila Pejabat Mendatangi Rumah Bawahannya?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Ini adalah Natal pertama bagi seorang teman saya yang sekarang menjadi pejabat di sebuah instansi pemerintah, sebut saja sebagai kepala dinas. Pagi-pagi ia sudah mengirim pesan singkat kepada saya, dan pasti juga ke seluruh pegawai di kantornya, bahwa ia menunggu kedatangan saya di rumahnya. Tentu saja ini adalah sebuah kehormatan. Selama ini saya memang selalu datang mengucapkan selamat Natal kepada seorang teman, tanpa pernah diminta, tapi kali ini saya diminta datang mengucapkan selamat Natal oleh seorang pejabat. Saya datang sesuai dengan jam yang dijadwalkan. Puluhan orang berbaris untuk menunggu giliran bersalaman, sementara puluhan lainnya duduk di kursi yang telah disediakan, menikmati makan siang. Saya pun ikut melakukan sebagaimana yang dilakukan yang lain, menyampaikan ucapan selamat dan kemudian menikmati makan siang yang disediakan. Lalu saya ngobrol dengan seseorang yang duduk di sebelah saya, tentu setelah menyampaikan selamat Natal juga.

13 Desember 2013

Negeri Terkapling-kapling dan Tercabik-cabik

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Berapakah jumlah provinsi di Indonesia kini? Ini mungkin pertanyaan yang tidak begitu sulit untuk dijawab. Tapi coba Anda jawab, berapa jumlah kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan di Indonesia kini? Pertanyaan ini mungkin akan membuat Anda harus menarik napas panjang sebelum menjawab tidak tahu. Untuk mencari tahu memang tidak terlalu sulit, silahkan saja misalnya kunjungi Daftar Kabupaten/Kota di Indonesia yang dimuat oleh Wikipedia. Anda akan memperoleh jawaban 414 kabupaten, 1 kabupaten administrasi, 92 kota, dan 5 kota administrasi, seluruhnya berjumlah 512. Untuk mencari jumlah kecamatan dan desa/kelurahan, klik tautan kabupaten/kota dan silahkan Anda jumlahkan sendiri untuk memperoleh angka totalnya. Dan jangan Anda lupa, itu jumlah pada saat tulisan ini ditayangkan, besok lusa mungkin sudah bertambah sebab daerah di negeri ini beranak pianak bagaikan kutu loncat. Di antara satuan pemerintahan daerah tersebut, provinsi, kabupaten/kota (kecuali kota di Provinsi DKI Jakarta), dan desa merupakan satuan administrasi dan politik (dengan pemilukada), lainnya hanya satuan administrasi (tanpa pemilukada).

09 Desember 2013

Memprotes Alasan Para Dokter Berdemonstrasi

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Sehabis mengajar, dosen-dosen yang mengajar pada jam yang sama akan bisa saling bertemu. Pada umumnya hanya bertegur sapa, tetapi sesekali juga ngobrol. Topik obrolan bermacam-macam, mulai dari kondisi proses belajar mengajar yang semakin memprihatinkan sampai pada hal-hal yang sedang menjadi sorotan media massa. Saperti siang tadi, obrolan juga dimulai dengan kondisi mahasiswa sekarang ini yang cenderung ke kampus dengan acuh, jarang yang mau bertanya, dan bahkan banyak pula yang terlambat menghadiri kuliah, sampai 1 jam. Tapi kemudian obrolan beralih ke soal demonstrasi para dokter. Para dokter, dengan digerakkan oleh organisasi profesi mereka, melakukan demonstrasi untuk menolak putusan hakim MA yang menurut pendapat mereka 'mengkriminalisasi' profesi dokter. Namanya saja obrolan, isinya pasti bermacam-macam. Apalagi yang telibat beberapa dosen dan pegawai, sebut saja Piet, Yos, dan John (maaf, bukan nama sebenarnya sehingga saya tidak menyebut dengan sapaan Pak), dan tentu saja saya sendiri.

07 Desember 2013

Back to Basic: Mengembalikan Undana ke Jati Diri Lahan Kering Kepulauan

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Pernah mendengar ungkapan 'Think Globally, Act Locally'? Bila Anda adalah seorang environmentalis, mungkin akan mengatakan ungkapan itu sebagai semboyan dalam ilmu lingkungan. Mungkin Anda benar, tetapi diperdebatakan siapa yang pertama kali menggunakan. Ada yang mengatakan digunakan pertama kali oleh David Bower, sebagai semboyan Friends of the Earth (FOE) pada saat pendiriannya pada 1969. Tapi ada pula yang mengatakan pertama kali digunakan oleh Rene Dubos, penasihat Conference on Human Environment pada 1972. Nama-nama lain yang dikaitkan dengan ungkapan tersebut adalah Jaques Ellul, Buckminster Fuller, Hazel Henderson, Saul Alisky, dan bahkan istri penyanyi kondang John Lenon, Yoko Ono. Bagi warga Undana, nama yang akan disebut pasti adalah mantan rektor Frans Frans Umbu Datta. Tapi itu dalam kaitan dengan visi The University of Nusa Cendana, Global Oriented University.

06 Desember 2013

Perjalanan Dinas: Jalan-jalan untuk Memperbaiki Kesejahteraan Para Pejabat

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Beberapa hari lalu, saya ngobrol dengan seorang teman. Kami sebenarnya berencana ke rumah rektor baru Undana, untuk memberikan ucapan selamat. Tetapi karena turun hujan, kami mengurungkan niat pergi. Maklum, kalau memaksa pergi dengan sepeda motor, kami akan kebasahan. Tentu kurang elok bertamu dengan basah kuyup, apalagi saat itu pasti banyak tamu orang-orang penting. Maka kamipun ngobrol di rumah saya, mengenai banyak hal. Tapi karena dia adalah seorang staf di sebuah kantor pemerintah, obrolanpun berkisar di seputar urusan kantor. Kebetulan akhir tahun, obrolan kamipun berkisar soal anggaran perubahan (APBNP dan APBDP). Bukan soal anggaran secara keseluruhan, melainkan anggaran perjalanan dinas dan bagaimana pejabat di kantornya menggunakan anggaran tersebut.

04 Desember 2013

Down to Earth: Menjadikan Universitas Lebih Membumi

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Kemarin, ketika Prof. Fred Benu dilantik sebagai rektor Undana menggantikan Prof. Frans Umbu Datta, saya menerima kiriman majalah alumni dari almamater saya, McGill University, dengan feature story: The Heather Decade, McGill's 16th Principal Steps Down and Looks Back (Dasawarsa Heather, Rektor ke-16 McGill Menyelesaikan Jabatan dan Melihat Kembali Masa-masa Ketika Menjabat). Prof. Heather Munroe-Blum adalah mantan rektor McGill University dengan capaian sangat mengesankan selama 10 tahun ia memimpin. Sepulang dari mengikuti prosesi pelantikan, yang dilaksanakan tertutup, saya menyempatkan diri membaca majalah alumni tersebut. Tentu saja saya tidak bermaksud membandingkan Undana dengan McGill University. Saya tahu masing-masing mempunyai kelebihan sendiri-sendiri. Pun saya tidak bermaksud membandingkan Prof. Fred Benu dengan Prof. Heather Munroe-Blum. Saya tahu masing-masing mempunyai kelebihan sendiri-sendiri. Dan saya juga tahu mereka menjadi rektor dengan cara yang berbeda.
Lalulintas kejadian adalah sedemikian cepat. Hampir tidak ada waktu tenang untuk memikirkan dan merenungkan.
Pramudta Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, 104

Perubahan Iklim

Ingin memperoleh data dan bukti mengenai perubahan iklim? Mengapa tidak mampir di situs NASA? Anda dapat melihat indikator kunci, bukti, penyebab, akibat, konsensus, dan mengakses website lain yang terkait. NASA menyediakan data untuk dipergunakan melakukan visualisasi langsung secara online. Silahkan kemudian pikirkan gaya hidup seperti apa yang kira-kira dapat mengurangi pemanasan global?