Selamat Datang

Terima kasih kepada Anda yang telah berkenan mengunjungi blog ini. Saya bukan seorang penulis, hanya senang menulis. Karena itu, maaf bila tulisan saya mungkin kurang menarik. Silahkan menjelajah dengan terlebih dahulu mengklik Daftar Isi dan membaca Ketentuan Layanan (Terms of Service). Saya sangat menghargai Anda yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menyampaikan sesuatu ...

01 November 2014

Lagi diminta untuk membantu dosen membuat blog matakuliah

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Saya sudah pernah beberapa kali membantu dosen Fakultas Pertanian Undana untuk membuat blog matakuliah. Tapi sampai sekarang, saya belum melihat ada dosen yang membuat blog matakuliah yang diampunya. Saya tidak tahu mengapa sampai demikian. Mungkinkah karena membuat blog begitu sulit? Saya kira bukan itu masalahnya. Mungkin karena saya gagal membantu adalah jawaban yang paling mendekati. Tapi mungkin juga karena faktor lain. Kalau hanya dengan berdiri dan menayangkan slide di depan kelas sudah cukup, untuk apa harus membuat blog. Membuang-buang waktu saja, apalagi hampir semua dosen sangat sibuk meneliti. Tapi boleh jadi juga karena tidak tersedianya akses Internet yang memadai untuk dosen dan mahasiswa di fakultas. Dan juga, agar blog matakuliah bermanfaat, mahasiswa harus melek Internet. Kenyataannya, masih banyak mahasiswa yang tidak bisa mengirim email.

29 Juli 2014

Bambu: Potensi Pulau Timor yang Menunggu untuk Dikembangkan

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Ketertarikan saya pada tumbuhan keluarga rumput-rumptan ini sebenarnya bermula sangat awal, sejak pada masa kecil dahulu di kampung halaman di sebuah kampung miskin di Bali. Ketika itu, kakek saya membangun rumah kami dari bambu, mulai dari tiang, usuk, dan bahkan dindingnya pun dari anyaman bambu. Ibu saya, yang seorang tua tunggal karena ayah saya meninggal muda, juga sering memasak sayur rebung bambu. Ketika bersekolah di SD, kadang-kadang guru meminta kami mengambil air di sungai dengan menggunakan batang bambu besar sebagai wadah air, setelah beberapa bukunya dilubangi dengan meninggalkan buku paling bawah tetap utuh. Di kalangan masyarakat Bali, bambu yang terdiri atas banyak jenis itu, memang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Kami, anak-anak ketika itu, sering membantu orang tua menganyam peralatan sembahyang dari bambu dan bahkan membuat 'penjor', batang bambu yang dihias, pada hari-hari raya keagamaan.

04 Juli 2014

Taman Nasional Nino Konis Santana: Masa Lalu Seharusnya Menjadi Pelajaran untuk Hari Ini

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Ketika saya pertama kali tiba di Dili, ibukota Timor Leste, saya tidak tahu di mana negara ini akan membangun taman nasional dan siapa Nino Konis Santana, orang yang namanya akan dijadikan nama taman nasional pertama di negara tersebut. Saya, bersama dengan pakar bidang lain, dikontrak oleh BirdLife International untuk mempersiapkan rencana penetapan dan pengelolaam taman nasional tersebut. Informasi samar-samar yang saya peroleh adalah bahwa Nino Konis Santana merupakan salah seorang pejuang kemerdekaan Timor Leste yang berasal dari kawasan yang sekarang akan ditetapkan sebagai taman nasional. Setelah kontrak pertama, saya tidak mendengar kabar lebih lanjut sampai pada 2009, ketika saya dikontak kembali sebagai field bilogist untuk melakukan evaluasi lapangan.

16 Mei 2014

Kedaulatan Ilmu dan Teknologi: Apakah Dosen Memang Harus Bergelar Akademik Doktor dan Berjabatan Akademik Profesor?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Baru-baru ini, Kemdikbud mengeluarkan peraturan baru: untuk naik pangkat dan jabatan akademik, dosen harus melakukan publikasi pada jurnal ilmiah internasional. Bagi kalangan dosen di universitas-universitas negara maju, ketentuan seperti ini tentu bukan barang baru. Sama dengan ketentuan bahwa mahasiswa program pascasarjana harus mempublikasikan hasil penelitian pada jurnal internasional. Ketika dahulu saya menyelesaikan pendidikan magister di negara seperti itu, bahkan saya cukup membundel artikel jurnal ilmiah internasional yang telah saya publikasikan sebagai tesis master. Dan saya juga tidak perlu mengikuti ujian tesis, karena telah mempublikasikan tiga artikel pada jurnal ilmiah internasional dalam bidang ilmu saya, dua di antaranya pada jurnal ilmiah dengan faktor dampak tinggi. Tapi bagaimana bagi kalangan dosen di Indonesia? Tentu saja, ketentuan seperti ini merupakan barang baru. Bahkan, bagi kalangan dosen PNS, sekaligus juga sebagai sebuah bentuk perlakuan tidak adil. Sebab, PNS non-dosen dapat naik golongan dan pangkat bahkan tanpa harus mengikuti pendidikan S2.

26 April 2014

Banjar Bungbungan 2: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Ketika sedang menjadi mahasiswa di Charles Darwin University, Darwin, Australia, saya sempat mengunjungi seorang teman, Paul Royce, yang berasal dari Kununurra, Australia Barat bagian Utara. Ia mengajak saya berkeliling di kawasan sekitar Kununurra, mengunjungi Bendungan Sungai Orb (Orb Diversion Dam), tetapi yang sangat menarik bagi saya adalah kunjungan ke beberapa kawasan permukiman orang Aborigine, penduduk asli Australia. Saya tertarik karena setiap kali mengunjungi pusat sebuah kawasan, saya disuguhi dengan catatan mengenai sejarah kawasan tersebut. Lalu saya pun teringat dengan kampung kelahiran saya, Banjar Bungbungan, di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Menurut penuturan orang-orang tua yang pernah saya dapat pada masa kecil dahulu, penduduk Banjar Bungbungan sebagian besar berasal dari Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Untuk mengenang nama desa asal mereka, para pemukim awal kemudian menamakan tempat permukiman mereka Banjar Bungbungan. Tapi pada tahun berapa mereka pindah, berapa orang dan siapa-siapa saja mereka, bagaimana mereka pindah, saya tidak tahu.

18 April 2014

Banjar Bungbungan 1: Catatan Kecil tentang Begitu Banyak Perubahan Besar

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Bungbungan yang saya maksud di sini adalah nama sebuah banjar dan sekalihus juga sebuah desa pakraman di desa dinas Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Secara geografik, banjar ini berlokasi di bagian Utara wilayah desa dinas Yehembang, berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung. Saya dilahirkan di banjar ini pada 1959, dari ibu dan ayah kelahiran Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Ibu mengikuti kedua orang tuanya, kakek dan nenek saya, asal Desa Aan, pindah mengikuti sekitar 40-an kepala keluarga asal Desa Bungbungan, kecamatan dan kabupaten yang sama, ke wilayah Kabupaten Jembrana pada awal tahun 1920-an. Kakek saya menikah dengan nenek yang berasal dari Desa Bungbungan sehingga bisa mengikuti warga asal desa tersebut. Banjar dan desa pakraman baru yang menjadi tempat permukiman warga asal Desa Bungbungan tersebut diberi nama yang sama, Bungbungan, untuk mengenang desa asal mereka.

13 Maret 2014

Dikti di Bawah Kemristek: Apakah Para Rektor Sebelumnya Tidak Pernah Menjadi Dosen Biasa?

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Dari Dikti ke Dikti
Rekomendasi Forum Rektor Indonesia (FRI) agar perguruan tinggi ditempatkan dalam yurisdiksi Kementerian Riset dan Teknologi telah mengagetkan Daoed Joesoef. Menurut Alumnus Universite Pluridisciplinaires Pantheon-Sorbonne dan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Orde Baru itu, rekomendasi itu mengejutkan karena menunjukaan bahwa ternyata "akhirnya ketahuan mengapa pendidikan tinggi di perguruan tinggi (PT) kacau selama ini. Ternyata PT dikelola menurut kesalahpahaman tentang misi pendidikan keilmuan dari PT." Menurutnya pula, "PT memang menangani riset, tetapi tujuan esensialnya bukanlah menghasilkan sesuatu yang 'siap pakai' di bidang kehidupan apa pun, melainkan membuat manusia berspirit ilmiah karena spirit inilah yang menggerakkan manusia untuk terus berusaha menyempurnakan pengorganisasian pengetahuan kita begitu rupa hingga menguasai semakin banyak potensi tersembunyi dalam alam dan pergaulan (interaksi) human". Saya termasuk yang sama terkejutnya, dengan beberapa alasan yang kurang lebih sama, tetapi juga dengan alasan yang berbeda.

20 Februari 2014

Jejaring Sosial: Kalau Saja Bisa Menggunakan untuk Hal-hal yang Lebih Bermanfaat bagi Orang Banyak

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Indonedia merupakan pengguna media sosial Facebook terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Dari 241.452.952 orang penduduk Indonesia, 41,777,240 orang menggunakan, atau setidak-tidaknya mempunyai akun Facebook. Bagaimana dengan Twitter? Lagi-lagi, Indonesia merupakan pengguna terbesar ketiga di dunia. Belum lagi jejaring sosial lainnya: Pinterest, LinkedIn, Instagram, dll. Pengguna jejaring sosial bukan hanya dari kalangan rakyat biasa, tetapi berbagai kalangan, termasuk para pejabat negara, dan bahkan presiden dan ibu negara. Preseiden SBY mempunyai akun Facebook dan akun Twitter. Ada yang salah? Tentu saja tidak. Hanya saja ...

16 Januari 2014

Tusuk Gigi, Tusuk Sate, dan Sumpit: Memulai dari Hal-hal Kecil

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF
Pagi-pagi listrik sudah padam kembali, padahal malam sebelumnya juga sudah padam berjam-jam. Pada awalnya saya sering kesal, tetapi kini saya berusaha menikmati. Daripada kesal, padahal mana PLN ambil pusing pelanggannya mengalami kerugian seperti apa, saya mengisi waktu dengan membaca. Kebetulan ketika saya melihat rak buku, saya menemukan buku tentang jenis-jenis bambu di Kepulauan Nusa Tenggara tulisan Elizabeth Widjaja. Saya sudah membeli buku kecil itu sejak lama dan sudah pula membacanya, tetapi daripada bengong dan kesal karena pemadaman listrik, saya membacanya kembali. Isinya sangat teknis, tetapi meskipun saya mempunyai sedikit latar belakang taksonomi, bukan masalah taksonominya yang menjadi perhatian saya kali ini.
Lalulintas kejadian adalah sedemikian cepat. Hampir tidak ada waktu tenang untuk memikirkan dan merenungkan.
Pramudta Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, 104

Perubahan Iklim

Ingin memperoleh data dan bukti mengenai perubahan iklim? Mengapa tidak mampir di situs NASA? Anda dapat melihat indikator kunci, bukti, penyebab, akibat, konsensus, dan mengakses website lain yang terkait. NASA menyediakan data untuk dipergunakan melakukan visualisasi langsung secara online. Silahkan kemudian pikirkan gaya hidup seperti apa yang kira-kira dapat mengurangi pemanasan global?